Sunday, May 02, 2010

kisah tentang seorang kakak kelas

saya punya relation (eaaa bahasanya) dengan seorang kakak kelas. dan well,dulu kita cukup dekat laah untuk ukuran seorang cewek smp dan cowok smp. tapi setelah saya ikut suatu organisasi, hubungan kami jadi merenggang (entah apa alasannya, mungkin karena dia alumni sementara saya anggota baru, MUNGKIN.) dari yang dulunya kita sering injek-injekan terus debat NGGAK JELAS, sekarang sekarang malah cenderung lebih diem dieman. saya kira dia yg berubah, tapi akhirnya saya sadar, bahwa secara teknis saya juga berubah jadi nggak sesupel dulu. kita bercanda nggak sesering dulu, pokoknya semuanya beda deh! dan saya juga nggak mau sampai punya feeling ke si kakak kelas , karena kalau hal itu sampai terjadi, bisa gawat 100 keliling ! pokoknya harus pinter pinter jaga perasaan karena terus terang si kakak kelas ini meskipun nggak terlalu ganteng dia punya karisma yang kuat dan bisa ngebuat banyak cewek melting buat dia (nggak selebay itu juga sih..) dan satu hal lagi, dia itu gampang cocok ngobrol dan maen dengan hampir semua cewek. that's why I must be careful to him.

tapi, sekitar seminggu yang lalu, guru di tempat les kami membuat kami sekelompok di dalam suatu permainan. dan akhirnya di kelompok itulah kami mulai "pulih" dari perang dingin yang udah berjalan cukup lama di antara kami . yaah mungkin itu cuma perasaan saya aja. tapi setelah kami mulai nyaman satu sama lain lagi, temen temen pada ngejek gitu antara lain , "deuuh ada yang pacaran" "cie cie" dsb. dan si miss ikut-ikutan "melirik penuh makna". WHAT THE HELL IS THAT? *tapi sejujurnya saya seneng sih. tuh kan?mulai kedengeran kayak saya suka sama dia kan? jujur sumpah demi allah saya nggak suka sama ...

...
...
...

okay, i realized that i've got a little feeling for him. that's all. tapi feeling itu hilang dan pergi, saya jadi ragu. mungkin ini cuma cinta monyet yang akan hilang bersamaan dengan berjalannya waktu. terlebih ketika dia nggak masuk selama dua kali pertemuan kemudian. dan bentar lagi dia masuk sma. mungkin smansa. dan itu artinya dia juga akan pindah kelas di tempat les karena kalau sudah sma, kita bisa pindah ke level GE (global english).

tapi... pertemuan berikutnya dia hadir, walau telat hampir 30 menit. dan .. apa yang terjadi? baju yang dia pakai sama persis dengan yang saya pakai. t-shirt putih dengan blus merah putih kotak kotak. langsung sekelas tempat les ngeledekin lagi. katanya kita jodoh. dan si miss ngeliat ke arah saya terus ke arah si kakak kelas. lalu bilang kita cocok. jangan senyam senyum dulu, SAYA NGGAK BLUSHING DAN NGGAK SENYUM MALU SAMA SEKALI ! APALAGI HATI YANG BERSORAK SORAI. saya merasa aneh aja. kok bisa gitu loh? ya wallahualam deh, soalnya kita tuh bener bener nggak janjian nggak apa , dan tadinya saya nggak mau pake baju itu ke tempat les hari ini. cuma ada ilham mendadak yang mendorong saya pake baju itu. saya cuma menganggap semua ini kebetulan.

bicara soal kebetulan, beberapa bulan yang lalu, saya searching di google, dan tanpa sengaja saya menemukan blog ayah si kakak kelas,dan saya baca tentang artikel yang dibuat oleh ayahnya, salah satunya tentang "liburan murah ke bali" atau apalah. nah disitu saya baca,ternyata orangtua si kakak kelas menikah pada tahun 1995 dan mereka sekeluarga liburan ke bali pada akhir desember 2007. dan shocklah saya saat itu, karena ortu saya juga menikah pada tahun 1995 dan saya juga LIBURAN KE BALI PADA AKHIR DESEMBER 2007! pokoknya sama persis tanggalnya, dan untungnya kita nggak pernah ketemu. dan kebetulan yang satu lagi, kita sama sama bisa main piano dan les di tempat yang sama. saya ingat! pernah baca entah dimana, ada orang yang menuliskan bahwa nggak ada yang namanya kebetulan, semuanya udah diatur sama Allah Swt. So? apa artinya semua ini Ya Allah? saya jodoh sama dia? nauzubillahhiminzaliiik!

kesimpulannya, mungkin saya punya feeling ke dia, cuma nggak terlalu besar. saya punya pendapat, dengan kacamata cowok terlihat ganteng, tapi khusus buat dia, kacamata hanya memperbaiki penampilannya = jadi ga terlalu jelek. jodoh ga jodoh ada di tangan Allah, saya cuma bisa berdoa, "Ya Allah jika dia memang jodohku dekatkanlah --meski terpaksa-- jika dia bukan jodohku jauhkanlah" huhuhu apaan sih anak esempe mikirin jodoh terus . mending belajar hahaha.

udahan dulu yeah, selasa ulangan mate. SOS! SOS!

regards,

the new me ^0^

No comments:

Post a Comment