"carilah orang yg nggak perlu minta apa-apa, tapi kamu mau memberikan segala-segalanya" -MM
Rasanya Bewew sudah menemukan orang itu.
Flashback ke 2011.
Baru masuk smansa. Pra-MOPDB. Terpaksa gandengan tangan sama "siswa." Entah siapa. Malu, aku tak berani melihat ke arahnya. Yang jelas, ia bukan dari Spensa.
Kenal sesosok yang bikin kagum. Kepergok nangis di depannya. Mulai cari tahu tentangnya. Kaget karena suatu kesamaan. Punya feeling bahwa dialah "siswa" itu. Kenal mentoring lagi setelah sekian taun ga kesentuh tarbiyah Islamiyah. Mulai benar-benar belajar tentang Islam. Tentang Virus Merah Jambu. Tentang menata hati.
Sukses melewati kelas X. Tiupan angin godaan datang di tahun kedua di Smansa. Jutaan pengagumnya datang dan pergi. Ribuan pesan kami tukar, kucoba menata hati. Mulai mengenal lebih dekat, lebih dalam, kucoba menata hati lebih keras. Di bawah terangnya bulan, kucoba menata hati. Di tengah angin yang meniup dedaunan layaknya bunga sakura di Jepang, kutata hati ini. Di bawah cerahnya matahari pagi, kucoba menata hati kembali. Kucoba menenangkan hatinya yang gelisah itu, meski diriku sendiri sekuat tenaga menata hatiku. Berusaha berbagi cerita, berceloteh bersama demi masa depan yang lebih baik, sambil berusaha membuang semua gema tidak wajar di dalam hati.
Kuterima pesan terakhir darinya. Aku sendiri tidak tahu bagaimana selengkapnya. Waktu itu sudah pukul dua pagi, bl**kberry-ku baru berhasil kubuka setelah loading tak karuan berjam-jam. Di hari keberangkatanku ke Amerika Serikat. Pesan itu terputus, terlalu banyak pesan yang masuk. Namun, di balik kata-katanya, aku menangkap suatu kata besar. Lima huruf itu. Diawali dengan huruf C. Jangan salah tangkap dulu. Aku selalu tahu bahwa dirinya selalu mencurahkan "C "itu ke orang-orang terdekatnya. Ke segala hal yang ia lakukan. Matanya selalu berbinar-binar, penuh "C", mungkin, karena dirinya adalah sesosok makhluk terkasih yang Maha Kuasa.
ALLAH sudah mengabulkan doaku di kelas sepuluh. Doa yang sayangnya terpanjat dari diriku yang masih naif itu. Yang masih terlalu muda untuk mengartikan hidup. Doa yang hanya ALLAH yang tahu. Doa yang sebenarnya berbalik dengan nazarku yang tak sengaja terucap.
Biarlah sang Maha Pembolak-balik Hati ini yang menjaga kita. Doaku selalu terpancar untukmu. Terima kasih untuk hadir di hidupku, dan membuatku mengerti arti perjuangan yang sebenarnya. Membuatku sadar bahwa hidupku tak ada apa-apanya dibandingkan kerasnya perjuangan hidupmu.
Terima kasih. Tetap tersenyum ya!
Dari yang masih can't stand looking at your picture.
Showing posts with label smansa. Show all posts
Showing posts with label smansa. Show all posts
Friday, January 03, 2014
Wednesday, September 21, 2011
Aneh
Hobi saya akhir-akhir ini galau.... dan semakin sering mem-procastinate everything. Payah.
Dan, ini mungkin curcol frontal. Sekolah saya yang sekarang itu di satu sisi memberi banyak pelajaran hidup berharga, tapi di sisi lainnya, saya akhir-akhir ini merasa bahwa tujuan belajar di sekolah mulai melenceng. Tujuan belajar seolah-olah untuk persiapan menghadapi ujian, atau buat mencari nilai sebanyak-banyaknya. Padahal, menurut saya esensi belajar itu untuk menimba ilmu. Yang memperparah keadaan, sekarang saya pergi ke sekolah seolah-olah seperti hendak pergi berperang.
Dan yang paling bikin galau adalah.... MATE AND PHYSICS AND CHEM ARE GOING TO KILL MEEEEEEEEEEEE!!!!!!!!!
Enggak, yang paling parah itu.... waktu upacara dicolek Bu Jasmi soalnya ngobrol. Padahal ngobrolnya lagi bertiga. Yang kena saya doang. Apes kali ya. (sejak saat itu saya jadi malu banget kalo liat si Ibu hehehe) Terus pas kemaren di ruang guru, pas mau ngambil buku tulis ekonomi, saya dengan confident tingkat tinggi nanya ke seorang bapak guru.
Saya : Pak, Pak Hasan dimana ya?
Bapak : Mana saya tahu? Emang saya istrinya?
Saya : ....
Bapak : lagian ngapain kamu cari disini? ini bukan mejanya pak Hasan.
Saya : Lho, ini buku saya disini, kok...
Bapak : LHO, Pak Hasan bukan guru ekonomi! Itu Pak Hasan! Guru ekonomi itu pak Nurmawan. (sambil nunjuk Pak Hasan.)
SUMPAH, Like, for Godsake, I'll never go to the teacher's room again for the rest of my life.
Saya pernah berpikir bahwa hal-hal konyol akan berhenti terjadi pada diri saya ketika saya sudah berusia lima belas. Ternyata pikiran itu sangat salah. Pake banget.
DAILY QUOTES
Kalau saya pernah menemukan sesuatu yang bermanfaat, maka hal itu adalah kesabaran dan perhatian, bukan sekedar bakat. -DKM Ar Rahmah
Subscribe to:
Posts (Atom)