Sunday, December 22, 2013

Wow! Seleksi Tahap 1 (YBA YP 13/14)

Setelah resmi 'terdaftar' di list peserta tes seleksi YBA Bogor, masih ada waktu sebulan buat saya untuk belajar materi yang bakal diujikan di tes seleksi 1.

Seleksi 1: tes essay Bahasa Indonesia, pengetahuan umum, dan Bahasa Inggris.

Bahasa Inggris? InsyaALLAH deh, kan udah pernah tes 'percobaan' TOEFL 2x hehehehe.... Menulis essay Bahasa Indonesia dalam waktu dua jam dengan topik yang ditentukan? Deg-degan, tapi InsyaALLAH bisa. PENGETAHUAN UMUM? Oh my Godddd #panik . Ya kali, Bro. Saya seneng banget baca-baca tentang negara lain, belajar fakta unik dari dunia internasional... tapi kalau disuruh menghafal tanggal kemerdekaan setiap negara di dunia? NO WAYYYY....

Alhasil, karena kekhawatiran berlebih saya akan tes pengetahuan umum itu, google chrome di laptop Ibu dan di komputer rumah selalu penuh dengan tab-tab "Fakta unik Negara-negara", "wikipedia", "Academy Award", dan lainnya. Rekor tab terbanyak saya pecahkan dengan membuka 30 situs dalam satu window google chrome! hahahaha. Tak lupa, saya juga nge-search keyword "tes pengetahuan umum seleksi AFS", semacam itulah. Setelah mendapat situs berisikan ringkasan tes taun lalu dan 'soal bayangan' tes seleksi AFS, saya buru-buru nge-copy soal-soal itu dan mencoba menjawabnya, lalu saya post di blog ini. (Klik di sini  dan di sini untuk melihat post saya mengenai soal bayangan tes pengetahuan umum)


(click for better resolution)






Jumat, 27 April 2012
H-1 TES SELEKSI 1 BINA ANTARBUDAYA!!! OMG OMG panik gueeee.... Hari itu, akhirnya saya minjem buku ensklopedianya Irin yang tebelnya gak nahaaaan.... setebel kamus KBBI, bo! Sesampainya di rumah, sehabis mentoring, saya SKS (sistem kebut semalam) baca ensklopedia itu. Saya udah familiar dengan beberapa halaman di buku itu karena saya pernah belajar dari ensiklopedia itu pas mau ikut lomba cepat tepat sama Irin.

Setelah itu, saya juga nyoba-nyoba bikin essay Bahasa Indonesia dan saya ngemenitin waktu saya bikin essay. Lumayanlah... Alhamdulillah bisa kekejar.

Sabtu, 28 April 2012
THE BIG DAY!!! HARI-H!! saya bangun pagi (sekitar jam enam) dan langsung melotot di depan laptop. Mengakses wikipedia, saya buru-buru membaca dan ngambil foto halaman wikipedia tentang berita-berita terbaru hari itu. Saya keasyikan baca, sampai-sampai lupa bahwa saya harus tiba di lokasi tes (SMAN 6 Bogor) jam 7 pagi, dan waktu itu sudah jam setengah 7! Saya buru-buru mandi, ganti baju, dan sarapan. Bapak dengan baiknya (dan kasian liat saya panik BEUD haha) nganterin saya pake motor ke SMA 6. Sepanjang perjalanan, saya yang 'buta' mengenai persepakbolaan ngobrol dan nanya-nanya Bapak tentang piala dunia, piala Asia, AFF, dan hal-hal macam itu. Bapak dengan sabar ngejelasin ke saya, dan akhirnya kami sampai di SMA 6. Masih ga rela pisah sama Bapak, tapi akhirnya saya melambaikan tangan dan mengucap salam. Dan oh, saya berujar, "doain Bezta ya, Pak..." Bapak pun tersenyum dari kejauhan.

Saya berjalan masuk terburu-buru ke SMA 6. Widiiiih luas parah, sampe-sampe saya yang sudah terbiasa dengan lahan terbatasnya Spensa dan Smansa bingung sendiri, "Ini saya dimana ya? matilah, kesasar..."

Alhamdulillah acara kesasar-di-sekolah-lain itu nggak terjadi (at least ga separah itu hahaha). Banyak signage (petunjuk arah) yang tertempel di dinding SMA 6, and it's very helpful! Thank you, kakak-kakak chapter! :) Setelah daftar ulang, saya mendapat label yg dituliskan dengan nama saya. Setelah itu, saya langsung menuju lapangan dalam SMA 6. Udah rame banget, dan saya banyak ngeliat wajah-wajah yang saya kenal! Ada teman TK, SD, SMP, sampai SMA! Saya baris di deket Fahmi Lubis, kita ngobrol-ngobrol beberapa saat. Saya juga ngeliat Alya dan some of my best girlssss... kita saling ngedoain satu sama lain buat yang terbaik hehehe...

Tiba saatnya tes! Kami dibagi-bagi ke beberapa ruangan. Di ruangan saya, ada temen satu SMP, Brina dan temen se-SMA, Meivy. Di belakang saya ada anak Smansa Depok (saya ngerecognize seragamnya hehe). Begitu masuk ruangan, saya langsung terpana. Ada toilet bro di DALAM ruangan kelasnya. Haha ga ada lagi deh yang bakal alasan cabut ke luar kelas buat ke toilet. Tes pertama, nulis essay Bahasa Indonesia tentang leadership. Ada tiga topik yang bisa kita pilih; saya milih topik tentang "kualitas diri sebagai pemimpin." Setelah mengucap basmalah dan Al Ikhlas tiga kali (resep dari Kukung hehehe) saya membuat kerangka essay di kertas buram. Setelah itu, mulailah saya menulis essay saya. Kakak pengawas di ruangan saya sudah mengingatkan bahwa kerapian juga akan masuk penilaian; so, saya nulis essay saya pake pensil dulu, baru ditebelin pake pulpen. Saya selesai menebalkan essay TEPAT saat bel tanda tes pertama telah usai berdering. Saya hampir saja lupa nulis judul essay saya, tapi alhamdulillah, diingatkan sama ALLAH :)

Kami diberi waktu istirahat beberapa menit. Saya langsung cabut ke mushola, biasa, shalat dhuha :) disana saya ketemu beberapa temen yang saya kenal. Kita ngobrol-ngobrol sekilas sebelum memulai tes kedua. Pas bel berdering, saya baru keluar dari mushola. Paniklah saya, langsung lari ke kelas lagi (jangan ditiru). Sesampainya di ruangan saya, semua anak udah siap, kecuali... well, saya. Di tes kedua ini, tes pengetahuan umum, soalnya ngetawain saya. Gokilnya soal-soal itu membuat diri saya teramat ekspresif saat itu. Ketemu soal yang familiar banget, saya senyum. Menghadapi soal "rasanya-pernah-baca", saya menghela napas sambil membuka mata lebar-lebar, mencoba mencari cuilan memori akan soal tersebut. Soal yang bikin gemes karena "tau tapi nggak tau"? manyun, melotot, manyun lagi. Saya inget banget, soal yang bikin gemas nggak karuan itu adalah soal tentang kaisar Jepang saat ini. Saya inget BANGET saya baca di ensiklopedianya Irin last night before the test, tapi saya lupa and then saya malah milih nama ayahnya si Kaisar Jepang ini.

Setelah tes kedua ini selesai, kita dapet break shalat dzuhur dan makan siang. Di mushola, pas ngantri wudhu, saya heboh ngebahas soal-soal pengetahuan umum bareng temen-temen saya. Dimana-mana terdengar suara "yahhhh", "aaah salaaah", atau "YES! bener!"

Sesaat sebelum tes Bahasa Inggris, saya ngelirik kamus Oxford sebentar, terus beralih ke laptopnya Brina. Brina nunjukkin saya foto-foto OSIS SMA Bina Insani sampai bel berdering. Saya siap tempur tes part 3 di seleksi satu ini. Pertama-tama ngerjain tes ini, saya asik-asik aja. Jomplang banget rasanya sama level tempur tes pengetahuan umum. Pas nyampe bagian terakhir dari tes.... saya merana. Mati gue, apaan nih artinya Cub? Apa lagi ini, anak kuda bahasa Inggrisnya apa? 

setelah ngasal beberapa soal (daripada ga dijawab?), saya pun mengumpulkan soal itu dengan hati gundah (oh please Bew, shaddup). Alhamdulillah ada temen pulang, saya jalan bareng Muti dan Eca. Sama Eca cuma setengah jalan doang, soalnya rumahnya deket SMA 6. Perjalanan pulang di angkot saya habiskan dengan mengobrol sama Muti. Kita udah rada hopeless, tapi mencoba being hopeful lagi :D Bismillah, rejeki orang siapa yang tau?

Sesampainya di rumah, saya langsung buka blog dan ngelist pertanyaan pengetahuan umum yang bisa saya ingat beserta jawaban saya. Alhasil, dari 100 pertanyaan, saya berhasil ngumpulin 80 soal! Pertanyaan yang saya bingung pun saya search hasil jawabannya. Huaaa.... salahnya agak banyak ya....


ssneak peak beberapa soal yang Bewew ketik... (click for better resolution)



Hasil seleksi pertama akan diumumin dua minggu dari saat itu. Pasrah dan tawakal. ALLAHUAKBAR! Life goes on, tetep berdoa buat yang terbaik aja lah ya...

stay tuned for the "SELEKSI TAHAP DUA." :) have a great weekend!

Bew Hasyyati-Harkless

Sunday, December 15, 2013

Prelude: Seleksi YBA Year Program 2013-2014

Akhir April 2012
Saya melangkahkan kaki menuju lantai "tiga setengah" di SMANSA Bogor. Kenapa tiga setengah? Well, sebenarnya itu lantai empat, namun tangganya tidak terlalu panjang, membuat lantai empat itu seolah-olah kelihatan seperti bagian dari lantai tiga sekolah saya. Anyway, akhirnya saya sampai di depan pintu sebuah gedung di lantai empat. Aula SMANSA. Disana sudah banyak sepatu berjejeran--jangan tanya saya tentang kerapihannya karena kalian tau sendiri jawabannya. Saya melepas sepatu saya secepat kilat dan memasuki aula yang kelihatannya sudah penuh sesak. Saya menoleh kesana-kemari; mencoba mencari sosok yang saya kenal. Akhirnya, saya melihat teman seekskul saya di klub Bahasa Inggris. Saya pun duduk lesehan di sampingnya sembari menunggu acara mulai. 

Beberapa menit kemudian, kakak-kakak kelas kami memulai acara ini. Ada sekitar sepuluh orang kakak kelas dan alumni yang hadir di hadapan kami, kelas sepuluh angkatan Rantai Emas SMAN 1 Bogor--saya yakin jumlah angkatan saya yang hadir melebihi 50 siswa. Kakak-kakak kelas kami menyapa kami dengan ramah, and after that, mereka mulai menunjukkan presentasi pada kami yang berisi foto-foto perjalanan mereka; misi-misi mereka.

Presentasi Kakak-kakak Returnee AFS (Eropa+Asia Pasifik+Amerika Serikat+Amerika Latin) dan YES (beasiswa pertukaran pelajar Amerika Serikat) dari Yayasan Bina Antarbudaya (YBA) Chapter Bogor

Right here, right now, my journey began. 

Foto sesosok kakak kelas kami yang ikut tim basket, musim gugur yang penuh warna, putihnya salju yang tak pernah kami lihat sebelumnya, semua ada di presentasi itu.Reaksi teman-teman saya berbeda-beda ketika melihat foto-foto kakak-kakak kelas kami di berbagai belahan dunia. Ada yang terkagum dalam diamnya, berbisik dengan tidak sabar pada temannya, . But in the end, intinya sama: kami mau menjadi bagian dari mereka. Mereka bagai sosok keren, sosok luar biasa yang telah merasakan asam garam kehidupan di dunia global. Di wajah mereka terpancar sinar-sinar harapan dalam membangun Indonesia yang lebih baik. 

Euforia presentasi itu terus berlanjut hingga kini. Menghadiri open house dan presentasi itu menyegarkan jiwa saya. Menumbuhkan mimpi-mimpi dan harapan baru di hidup saya. Kembali mengingatkan saya akan bagaimana mimpi saya untuk menjadi duta bangsa ini tumbuh dan membekas di hati saya. 

Ketika saya berusia tiga belas tahun, tahun 2009 tepatnya, ada program pertukaran pelajar di SMP saya.Tahun ini adalah tahun kedua sekolah saya melakukan program pertukaran pelajar. Tahun 2008, mereka melakukan pertukaran pelajar dengan sebuah sekolah menengah di Malaysia. Tahun ini, mereka melakukannya ke Singapura. Sebagian besar siswa excited tentang pertukaran pelajar ini; sebuah program yang kelihatan "cool" dan bisa jadi sumber pengalaman baru kami. Hanya ada sekitar 20 tempat untuk siswa SMP saya, sementara yang mendaftar ada sekitar dua ratus orang. Saya dengan sabar mengikuti seleksinya; saya fokus untuk melakukan yang terbaik. Fokus pada kelebihanmu, kata Ibu. 

Hari demi hari berlalu, saya masih tidak percaya bahwa akhirnya saya berhasil menjadi bagian dari siswa pertukaran pelajar ke Pioneer Secondary School di Singapura. Saya tinggal bersama sebuah keluarga Melayu selama lima hari di flats(rumah susun)--ya, bersama 7 orang host family dan dua orang teman sekolah saya! Panas dan penuh, memang, namun saya tetap bersyukur atas segala hal yang saya dapatkan dari pertukaran pelajar itu. Saya pun masih keep in contact dengan host family saya di Singapura dan kami kembali bertemu di Juli 2012! :) Syafiqah yang setahun lebih tua dari saya datang untuk menginap di hotel tempat saya stay, dan kami pun jalan2 bareng ke Merlion, Mustafa, and finally, dia nganterin saya ke Changi dan saya mendapat kesempatan bertemu dengan Pak Cik (host dad) Mama (host mom baru saya, mereka baru menikah), dan Iskandar yang sudah tumbuh lebih besar! (THE CUTEST YET NGGAK BISA DIEM BOY EVER!!!) 



my family with Syafiqah (at the most left) at Marina Bay Sands' Skypark at Singapore, 2012.

Menjadi bagian dari program pertukaran pelajar ini membuat saya kembali ingin merasakan hadir di tengah lingkungan dengan budaya yang berbeda; merasakan indahnya perbedaan tersebut. Selama dua tahun, dari tahun 2010 sampai 2012, saya selalu senang browsing tentang kesempatan ikut dalam program pertukaran pelajar. Saya tahu sedikit banyak tentang CISV (semacam summer camp dengan siswa dari banyak negara yang lokasinya selalu berbeda dari tahun ke tahun), dan akhirnya, saya menemukan program AFS. Program pertukaran pelajar dengan program yang paling populer ke Amerika. Saya selalu senang membaca blog kakak kelas tentang pengalaman mereka di luar negeri, musim gugur pertama mereka, SALJU pertama, dan sebagainya. Saya ingin sekali merasakan pengalaman itu tanpa berani berharap terlalu jauh. Saya tahu bahwa menjadi bagian dari program pertukaran pelajar ini bukanlah hal mudah--namun juga bukan berarti nggak mungkin. 

Dan saya nggak percaya bahwa akhirnya, kini giliran saya yang menceritakan pengalaman saya dalam program ini. 

Sabtu pagi, akhir bulan April 2012.
Agenda saya hari ini: pergi ke sekolah, ngurusin ekskul, ngambil brownies danu-nya OSIS, mentoring (halaqah, kumpul2 sambil belajar Islam) di rumah Teh Ndu yang alamatnya in the middle of nowhere... (alamatnya jelas, tapi Bewew ga bisa ngebedain Jalan Sholeh Iskandar sama Bubulak lol) dan setelah itu, pergi ke kantor YBA Bogor di deket SMP 5 Bogor untuk membeli pin registrasi seleksi YBA Bogor.
Akhirnya, meski telat lebih dari sejam gara-gara ekskul, sampai juga di rumah Teh Ndu. Yeah, finally, setelah SMS-an sama Teh Ndu berjuta-juta kali tentang "patokan turun dimana." Alhamdulillah, rumah Teh Ndu adem banget, dan di dalam rumah Teh Ndu temen2 lagi pada masak ayam dan tumis kangkung (kalo ga salah ya... hehe). Ada Nisa si kalem nan cerdas dan Aul si atlet renang "9 medali" disana, dan kita ngobrol-ngobrol soal segala hal. Tiba waktu saya buat pergi ke YBA Bogor. 

Di tengah panasnya Sabtu siang di Rasamala, yang terletak di.... uhm well, in the middle of nowhere (Bewew cuma tau itu daerah rumah Teh Ndu. Titik.) saya melangkah dengan terburu-buru menuju tempat cetak foto. Hasilnya bisa ditebak: rok yang robek di bagian lutut dan lutut yang berdarah. Great, makanya jangan buru-buru, saya membatin. Tanpa mempedulikan luka akibat kecerobohan saya, saya kembali melanjutkan perjalanan. Setengah jam kemudian, setelah pindah angkot tiga kali dan berjalan perlahan-lahan, sampailah saya di sebuah rumah dengan spanduk "Yayasan Bina Antarbudaya." Saya melangkah masuk; di hadapan saya terlihat sesosok kakak yang feminin sedang membaca buku. Tanpa berbasa-basi, saya mengeluarkan uang kertas lima puluh ribu rupiah dan menuliskan nama dan asal sekolah di kertas pendaftaran. Kakak itu pun memberikan sebuah kertas kepada saya; kertas yang berisi kode yang tersusun atas huruf-huruf dan angka-angka. Oh Allah, itu pinnya! Jerit saya dalam hati, agak alay ya... Itu memang sekedar pin di sebuah kertas, namun buat saya itu melambangkan the beginning of my journey dalam Yayasan Bina Antarbudaya; dalam meraih mimpi saya untuk menjadi siswa pertukaran pelajar. And in that moment, I swear to God that I will treasure every step that I take in this journey, no matter what. Saya pun nggak sabar untuk memulai pendaftaran online saya dengan pin yang sudah saya terima itu.

Sesampainya di rumah, saya lebih memilih mengobati rasa haus saya akan pendaftaran seleksi ketimbang mengobati perihnya luka di lutut saya. "YBA and AFS COME FIRST!!" ujar saya dalam hati. Saya memantau twitter YBA Bogor, dan saya menemukan tweet seseorang bahwa situs tempat saya harus mendaftar online sedang CRASH DOWN karena terlalu banyak yang mengakses. I was like WHATT??? Saya buru-buru mengecek dan benar saja. Ya sudahlah, segala sesuatu yang berlebihan itu nggak baik, termasuk semangat yang berlebihan. Pasrah, akhirnya saya melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan luka saya dan mengobatinya dengan betadine. 

Beberapa hari kemudian, saya sudah selesai mengisi formulir pendaftaran yang harus saya isi sendiri. Kini, saatnya meminta rekomendasi dari guru, orang dewasa bukan keluarga, dan teman! Untuk "orang dewasa bukan keluarga" saya memilih Mbak Maryanah, guru privat Bahasa Indonesia dan Matematika (dan Bahasa Arab) saat saya SMP kelas 9. Mbak Maryanah ini baik banget, asik banget kalo ngajar, tempat curhat saya, tempat segala kekhawatiran saya tumpah. Mbak Maryanah tinggal di ujung kota Bogor, di suatu daerah deket terminal Bubulak dan saat itu ia baru saja melahirkan, jadi nggak bisa kemana-mana. Jumat itu, saya pun cabut setelah ikut mentoring "beberapa menit". Dengan menenteng apel dan berbagai buah-buahan lainnya untuk Mbak Maryanah, saya mencoba peruntungan saya dalam tantangan MENGEKSPLOR BAGIAN IN THE MIDDLE OF NOWHERE-NYA BOGOR lol. Saya naik angkot, diturunin sebelum nyampe terminal bubulak (harusnya saya turun di terminal itu), panik gara-gara angkot yang saya tunggu-tunggu nggak dateng-dateng, sampai akhirnya naik angkot nomor 19 yang penuh sesak saking jarangnya angkot itu lewat. Sejam kemudian, tibalah saya di perumahan kecil dengan disambut suami Mbak Maryanah. Peluh saya nggak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan rasa gembira saya melihat Mbak Maryanah menggendong bayinya yang imutnya nggak ketulungan. Saya menanyakan kabar, mengobrol ringan dengan Mbak Maryanah sembari menunggunya mengisi rekomendasi saya. Setengah jam berlalu. Saya masih ingin stay disana, namun sudah nyaris Maghrib. Sejam kemudian, setelah ganti angkot empat kali, akhirnya saya tiba di rumah. Capek memang, namun perasaan bahagia saya hari itu nggak terlukiskan. Alhamdulillah. 

Setelah melengkapi berkas, saya pun bergegas menuju markas YBA chapter Bogor dengan perasaan campur aduk. Seorang kakak menandatangani formulir saya, pertanda bahwa saya sudah resmi menjadi peserta seleksi pertukaran pelajar yang diselenggarakan Yayasan Bina Antarbudaya chapter Bogor. Kini, perjalanan saya benar-benar akan dimulai!

to be continued....
Bew Hasyyati-Harkless <3 nbsp="">

Reborn




This post is inspired by a teenager's feeling of guilt.

Yes--dia yang bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk sebuah pos spesial. Dulu, menulis bagai makanan baginya. Tak ada hari tanpa posting blog. Dulu, blog bagai diari baginya. Dari kisah pengalaman sehari-hari sampai curhatan remeh temeh soal "dia-nyuekin-aku" semua tercurah di blog.

Kini, ia merasa hidupnya hampa tanpa menulis. Rasanya selalu ada yang kurang; bagai kura-kura tanpa tempurung, sayur tanpa garam.

Ia pun tersadar, itu semua terjadi karena ia berhenti menulis. Dalam pikirannya, ia merancang sejuta mimpi yang ia hendak raih. Tanpa ia sadari, percikan api itu muncul di pikirannya. Percikan api yang membuatnya sadar bahwa kehangatan yang ia cari; ia temukan di blog ini. 

Dia adalah aku. 

Dan aku sadar, bahwa aku telah melakukan kesalahan besar! meng-ignore blog ini hanya karena ingin 'fokus ke sekolah.' Aku meluangkan waktu setengah jam untuk makan setiap harinya--mengapa tidak melakukan hal yang sama untuk menulis?

Aku mau jadi pribadi pembelajar; yang tidak takut melakukan kesalahan, yang selalu mau belajar hal baru setiap harinya.

Dan aku mau merekam prosesku dalam menumbuhkan pribadi itu dalam wujud kata-kata, yang tersusun dalam sebuah wadah penuh makna bernama "Beztanonymous."

Florence, SC; 12/15/13; 10:35 AM

Bewew Hasyyati-Harkless

Saturday, December 07, 2013

Kenalan Lagi, Yuk!

Hai, semuanya! Namaku Bewizta, biasa dipanggil Bewew, Bezta, atau Bew! :) Biasanya aku nge-refer ke diri sendiri dengan manggil diri sendiri "aku" atau "Bewew". Cuma pakai "gue-elo" kalau lagi ngomong ke diri sendiri. Entah, rasanya janggal kalo ngomong pake "gue-elo" ke orang lain! Mungkin gara-gara Ibuku ngajarin sedari kecil untuk jaga sopan santun kali yaa...

Anyway, sekarang aku sedang berada di Amerika Serikat, tepatnya di Florence, South Carolina. Sesuai dengan namanya, kota tempat tinggalku kini adalah kota kecil nan cantik di bagian "agak selatan" Amerika Serikat. :) Ngapain sih aku tinggal jauh-jauh di Amerika?

Yap, aku sedang menjadi perwakilan bangsa di Amerika Serikat melalui program YES (Youth Exchange and Study); program pertukaran pelajar satu tahun pelajaran (Agustus-Juni) yang disponsori oleh Department of State-nya Amerika Serikat, alias GRATIS! Di program ini, ada 84 anak Indonesia lainnya, tersebar di seluruh Amerika Serikat. Teman Indonesia yang satu negara bagian dan satu grup placement organization (bakal kujelasin lebih lanjut nantinya) cuma ada seorang, namanya Rana Effendi.

Jangan kemana-mana, keep in touch denganku ya di blog ini. The best is yet to come! :)

Foto terbaruku! haha gemuuuuuukkkk #whatever #lagiexcitedmegangsalju 

Bahasa Indonesia!

Time change; people change; feelings don't.

#penggalauan #bercandaaaaa #hehehe

So, hi, everyone! Here I am again, blogging at 1 AM just for you ( ha ha now you can tell how sweet I am *being thrown by shoes*)

yeah, I'm so sorry that I've been off for too long from this blog. I felt guilty, like something's wrong when I left this blog. Some part of me might say that the reason of my stay-away-act from blogging is because I got no time to do that. But, I always believe one thing : true writers always find time to write; no matter how busy they are.

I got a bunch of things to tell you guys; and I want to post the article in English soooo bad so everyone from all places all over the world can read it. But unfortunately, for right now, I'll use Bahasa Indonesia (my native language, kind of similar with Malay) so that I can blog more often. For you who can't understand it, I got another blog which is being written in English by me. Just go to bewizta.blogspot.com :)



Terima Kasih. Saya cinta Indonesia!
Bew :)