Thursday, January 17, 2013

My Silly Thoughts (2nd week of January 2013)


Learn all those subjects with all your heart. Yes, I know that sounds kind of... cliché. But just try, will you?

Oh. And this weird but effective self-advice : If you're feeling alone or useless, try to help the others. No matter how small you think your help is, even just with a smile. Karena kamu tak pernah benar-benar tahu tindakanmu atau senyumanmu yang mana yang bisa membangkitkan semangat orang lain, menginspirasi mereka untuk menjadi lebih baik lagi. 

Lots of people might say that had a crush on someone is okay, and it might bring many positive effects on us. But I personally think that having a crush on someone just make me a silly scaredy-cat who likes to hide everytime I saw that one boy. Ha. Whatever. Alhamdulillah right now I can control my own feelings (Insha Allah...) 

Never lose hope in anything.

Don't judge, no matter how much you really want to do it.

You have to be the leader of yourself. Make choices for your life. Be yourself. Be the best of yourself. 

Now, Allah has lightened [the hardship] for you, and He knows that among you is weakness. So if there are from you one hundred [who are] steadfast, they will overcome two hundred. And if there are among you a thousand, they will overcome two thousand by permission of Allah . And Allah is with the steadfast. (Q.S. Al Anfal [8]: 66)


Sekarang Allah telah meringankan kepadamu dan dia telah mengetahui bahwa padamu ada kelemahan. Maka jika ada diantaramu seratus orang yang sabar, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang kafir; dan jika diantaramu ada seribu orang (yang sabar), niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ribu orang, dengan seizin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar. (Q.S. Al Anfal [8]: 66)

Tuesday, January 08, 2013

Dalam Dekapan Ukhuwah

Seorang kawan bertanya dengan nada mengeluh.

“Di mana keadilan Alloh?”, ujarnya.
“Telah lama aku memohon dan meminta pada-Nya satu hal saja.
Kuiringi semua itu dengan segala ketaatan pada-Nya.
Kujauhi segala larangannya.
Kutegakkan yang wajib.
Kutekuni yang sunnah.
Kutebarkan shodaqoh.
Aku berdiri di waktu malam.
Aku bersujud di kala dhuha.
Aku baca kalam-Nya.
Aku upayakan sepenuh kemampuan mengikut jejak Rosul-Nya.
Tapi hingga kini Alloh belum mewujudkan harapanku itu.
Sama sekali.”

Saya menatapnya iba. Lalu tertunduk sedih.

“Padahal,” lanjutnya sambil kini berkaca-kaca, “Ada teman yang aku tahu ibadahnya berantakan. Wajibnya tak utuh. Sunnahnya tak tersentuh. Akhlaknya kacau. Otaknya kotor. Bicaranya bocor. Tapi begitu dia berkata bahwa dia menginginkan sesuatu, hari berikutnya segalanya telah tersaji. Semua yang dia minta didapatkannya. Di mana keadilan Alloh?”

Rasanya saya punya banyak kata-kata untuk menghakiminya.
Saya bisa saja mengatakan, “Kamu sombong. Kamu bangga diri dengan ibadahmu. Kamu menganggap hina orang lain. Kamu tertipu oleh kebaikanmu sebagaimana Iblis telah terlena! Jangan heran kalau do’amu tidak diijabah. Kesombonganmu telah menghapus segala kebaikan. Nilai dirimu hanya anai-anai beterbangan. Mungkin kawan yang kau rendahkan jauh lebih tinggi kedudukannya di sisi Alloh karena dia merahasiakan amal sholihnya!”
Saya bisa mengucapkan itu semua. Atau banyak kalimat kebenaran lainnya.

Tapi saya sadar.
Ini ujian dalam dekapan ukhuwah.
Maka saya memilih sudut pandang lain yang saya harap lebih bermakna baginya daripada sekedar terinsyafkan tapi sekaligus terluka.
Saya khawatir, luka akan bertahan jauh lebih lama daripada kesadarannya.
Maka saya katakan padanya, “Pernahkah engkau didatangi pengamen?”

“Maksudmu?”

“Ya, pengamen,” lanjut saya seiring senyum. “Pernah?”

“Iya. Pernah.” Wajahnya serius. Matanya menatap saya lekat-lekat.

“Bayangkan jika pengamennya adalah seorang yang berpenampilan seram, bertato, bertindik, dan wajahnya garang mengerikan. Nyanyiannya lebih mirip teriakan yang memekakkan telinga. Suaranya kacau, balau, sengau, parau, sumbang, dan cemprang. Lagunya malah menyakitkan ulu hati, sama sekali tak dapat dinikmati. Apa yang akan kau lakukan?”

“Segera kuberi uang,” jawabnya, “Agar segera berhenti menyanyi dan cepat-cepat pergi.”

“Lalu bagaimana jika pengamen itu bersuara emas, mirip sempurna dengan Ebiet G. Ade atau Sam Bimbo yang kau suka, menyanyi dengan sopan dan penampilannya rapi lagi wangi, apa yang kau lakukan?”

“Ku dengarkan, kunikmati hingga akhir lagu,” dia menjawab sambil memejamkan mata, mungkin membayangkan kemerduan yang dicanduinya itu. “Lalu kuminta dia menyanyikan lagu yang lain lagi. Tambah lagi. Dan lagi.”

Saya tertawa.

Dia tertawa.

“Kau mengerti kan?” tanya saya.
“Bisa saja Alloh juga berlaku begitu pada kita, para hamba-Nya. Jika ada manusia yang fasik, keji, munkar, banyak dosa, dan dibenci-Nya berdo’a memohon pada-Nya, mungkin akan Dia firmankan pada malaikat: “Cepat berikan apa yang dia minta. Aku muak dengan mendengar ocehannya. Aku benci menyimak suaranya. Aku risi mendengar pintanya!”

“Tapi,” saya melanjutkan sambil memastikan dia mencerna setiap kata, “Bila yang menadahkan tangan adalah hamba yang dicintai-Nya, yang giat beribadah, yang rajin bersedekah, yang menyempurnakan wajib dan menegakkan sunnah; maka mungkin saja Alloh akan berfirman pada malaikat-Nya: ‘Tunggu! Tunda dulu apa yang menjadi hajatnya. Sungguh Aku bahagia bila diminta. Dan biarlah hamba-Ku ini terus meminta, terus berdo’a, terus menghiba. Aku menyukai do’a-do’anya. Aku menyukai kata-kata dan tangis isaknya. Aku menyukai khusyu’ dan tunduknya. Aku menyukai puja dan puji yang dilantunkannya. Aku tak ingin dia menjauh dari-Ku setelah mendapat apa yang dia pinta. Aku mencintainya.”

“Oh ya?” matanya berbinar. “Betul demikiankah yang terjadi padaku?”

“Hm… Pastinya, aku tidak tahu,” jawab saya sambil tersenyum. Dia agak terkejut. Segera saya sambung sambil menepuk pundaknya, “Aku hanya ingin kau berbaik sangka.”

Dan dia tersenyum. Alhamdulillah.

***
Dikutip dari Buku 'Dalam Dekapan Ukhuwah' karya Salim A. Fillah. Credits to http://lentingkehidupanku.blogspot.com/2012/06/kutipan-buku-dalam-dekapan-ukhuwah.html

Saturday, January 05, 2013

Visa and Hijab

Hi guys. Assalamu'alaikum :) Yes, I know, maybe nowadays I'm not used to write again~ Hahaha. But seriously, it's a HUGE problem. Now I prefer browsing more than writing, and I want to change it, like, now! Because writing is a part of our life that would never disappear, just like reading. From kindergarten until high school, it will always exists, haha :D

O, btw, today's theme is.... SECRET! I made a promise to myself that I won't say a thing about a program that I joined until I've already been the third grader at high school. But, I seriously need to share my thought about this crazy big (little) thing called.... Visa!

So many people, either in blogs or reality keep saying that to make visas that are issued by some countries, muslimah need to expose their ears in their visa's photos, and even their neck. Well, when I know this fact, at first I was like, 'ummm what? I don't wanna do that.'

Then I realized that I'll undergo that phase too, Insha Allah. Making visa. To an embassy that is known to have somewhat kind of strict rules. And my reaction become like, WHAT??

I'm not ignoring the fact that I'm getting nervous. And goosebumps. I'm started to browse really often about that topic : visa and hijab. Almost around 80% of muslimah in Indonesia have to expose their ears for their visa photo. I have no idea until I saw their photo, some only with ciput, the others exposing their ears. I've asked an upperclassmen from other school that is joining the same program as me, and already undergo the visa-making-phase last year, called Kak 'S'. She said that yes, we must expose our ears, in order to prove that we are healthy. In addition, I found an article which tell a story about a famous muslimah writer, Helvy Tiana Rosa (who came to PUTIK last year), who couldn't get her visa (eventhough she was invited by a university in the US to hold a seminar) just because she insisted to wear her hijab in her visa photo.

I think those reasons for exposing ears in visa photo are not logical. And based on my opinion and an Islamic forum at the internet, if muslimah's intention of making visa is not urgent (for example we need to move to other country or else our life will be in danger), then muslimah shouldn't expose their aurahs (body parts which are mustn't be seen by non mahram/boys after a girl reaches adolescence phase), including their ears for the visa photo. I'm a muslimah, and I want my decision to wear hijab, my commitment with Allah SWT, to be respected. Just like the way I respect other muslimah who haven't wore hijab yet.

Speaking of which, based on my browsing results, our visa photo would not only used when we apply for visa. That photo would be seen by airport staff when we arrived in that country. It will also stored in the system owned by the government of a country, and they will still save it into years later. This, is already proven by someone who is applying for visa, and the embassy staff could open their old visa document (including the photo) eventhough the visa was created a long time ago. This is another reason why I don't want to expose my ears, my aurahs.

O Prophet, tell your wives and your daughters and the women of the believers to bring down over themselves [part] of their outer garments. That is more suitable that they will be known and not be abused. And ever is Allah Forgiving and Merciful. (Q.S. Al Ahzab : 59)

I was almost clueless. Hopeless. Tears came streaming down my face. But it's too early to give up. I ain't give up yet. I keep on searching, googling, and I found an article. This article.

The writer of that article, Mrs. Taschan, told her experience when applying visa to US. She said that out of 4 muslimahs that she asks, only one who is wearing full-hijab for her visa photo. It's either subhanallah or astagfirullah, I simply couldn't choose one! I keep reading her article, and Mrs. Taschan, alhamdulillah, stand on her decision to wear hijab for her visa's photo. (lucky her, she already had visa to Germany in which she wore hijab too, so it was like she had more chance to get this US visa) She kept her hijab kind of tight to her head, and the hijab ended right on her hairline. And you know what? She got the visa!

Mrs. Taschan's visa photo.


The other muslimah that insisted wearing hijab for her visa photo is Asyurani. But, at first her photo was not approved by the US embassy staff, but the embassy staff said that : "sekarang memang gak harus memperlihatkan telinga lagi untuk yang berjilbab, tapi dahinya harus keliatan semua. Minimal kerudung itu pas ada di batas hairline (now, the girls that use hijab don't have to expose their ears again, but the chin must be fully-visible. The hijab should be placed at your hairline.)" Then, she re-take her visa photo, still with hijab (but revised), still with ears invisible, and.... she received her visa without any problem alhamdulillah...

I'm all like, whaaaat? Allahu akbar! Then I came to a website of embassy that I will apply visa for, and some rules have been changed. The part about hijab says that ; "Do not wear a hat or head covering that obscures the hair or hairline, unless worn daily for a religious purpose. Your full face must be visible, and the head covering must not cast any shadows on your face."

Conclusion : It's allowed to wear full hijab on almost any kind of visa (even my mom who applied for schengen visa could get her visa eventhough she wore full hijab in her visa photo). Even the official website says so.

Fainna ma'al 'usri yusraa. Inna ma'al usri yusra...
For indeed, with hardship [will be] ease. Indeed, with hardship [will be] ease.
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
(Qur'an Surah Ash Sharh/The Relief : 5-6)

Bukan sekadar tren, jilbab adalah identitas sejati Muslimah. Bukan sekadar simbol keagamaan. Ya, jilbab adalah jalan ketakwaan, bukti ketundukkan sebagai hamba Allah SWT. Jilbab adalah pertanda keimanan. (google)


Sesuatu yang diyakini harus diperjuangkan terlebih dahulu. (google)

If you have decided to adhere to your belief, you have to be ready with all the risks that are waiting for you. (Ibu/Mom)


Bismillahirrohmanirrohim. (mohon doanya ya!) I'll be stronger for this da'wah. Because I believe in Allah SWT and all His promise in Qur'an. I believe that there will always be a way out for every problems.


Love,
Bewizta.

---------------------------------------------------------------------------.---------------------------------
UPDATE (June 25th 2013)
Have I told you that I already got my visa, the US visa? :) Yes, InsyaALLAH it's already made.

I use my photo with full hijab for the visa, and the embassy staff in Jakarta were so nice. They didn't ask about my hijab, my photo, or anything about it (the only question for me was "Where do you wanna go?" and BAM! He gave me the white card. Woo hooo, alhamdulillah.)

The application went well, alhamdulillah. I guess, it's kinda because I was applying visa in order to attend a program which has link to US embassy (it is funded by the US department of state), but it is all happened due to ALLAH's decision. You know, when you believe you can do it, miracles do happen. Kerja "tangan-tangan tak terlihat" itu biasanya akan muncul ketika kamu udah berusaha, udah berdoa dengan sebaik-baiknya.

I was told by everyone I knew (literally, EVERYONE) that it's hard to make it (the visa) if I insist on wearing full hijab. To make it worse, I was applying for SCHOLARSHIP, which usually reccommended visa photo with ears uncovered. The scholarship staff sent me a lot of emails, telling me about the right hijab to wear on the photoshoot, and I was like, running to my mom with a total confused look (and while snobbing too, you know, I got carried away sometimes). My mom told me, 'Well, it's just one of the procedures. Why don't you show your ears for the photo only?'. But I was like 'there's no way I'm doing that'. Not because I was trying to be hardheaded, but due to the fact that hijab is my pride, my obligation as Muslimah, I'm not allowed to show any part of my aurahs except I was in very dangerous situation whereas, for example, I would die if I didn't do that.

Dalam prosesnya, ada yang seolah berbisik "Udah, foto aja lagi. Bener kata kakak-kakaknya tuh, cuma prosedur dan ga akan disebarluaskan."

Tapi setiap saya ngebayangin foto dengan telinga terlihat, yang terlintas di pikiran saya hanyalah, gimana kalau di alam kubur nanti saya ditanya kenapa saya sampai hati membuka jilbab demi urusan duniawi yang tidak emergency banget, padahal saya tau itu kurang baik (sounds lebay, BUT it's true!). Terus seolah terngiang kata-kata radio rodja, "katakan tidak pada kemewahan dunia, kalau kau harus membuka hijabmu!", juga keinget sama surat al ahzab ayat 59 (jleb, jleb, jleb). Dan ada pula kata-kata nasihat dari guru les saya, bahwa "Bez, kamu sudah besar, sudah tau mana keputusan yang terbaik. Sudah tau kewajiban bagi muslimah untuk menutup aurat". Dan lagi, saya kebayang usaha muslimah lain dalam istiqomah berjilbab, misalnya Mbak Helvy Tiana Rosa yang bertahan untuk pake jilbab pas dulu dia UN SMA, padahal dia ga boleh ikut UN kalo pake kerudung, dan dia pun akhirnya nekat ikut UN dengan tetap pakai jilbab dengan tidak sepengetahuan kepala sekolahnya yang melarangnya, dengan hanya mengerjakan soal UN tersebut dalam 15 menit-an! (Bayangin, Mbak Helvy terancam ga lulus, and it means, her whole life is at risk but she didn't even let her hijab loosened!).

Those kind of thoughts have helped me untuk bangkit dari perasaan ga nyaman. Perasaan ga aman karena dari 90 orang yang berangkat dan puluhan diantaranya berjilbab, saya satu-satunya yang tetap bertahan dengan foto with ears covered. Perasaan ga tenang karena banyak yang menyarankan saya untuk "ikuti prosedur saja". Ada yang terang-terangan mengatakan bahwa saat-saat seperti pembuatan visa ini bukanlah saat untuk mempertahankan keyakinan kita (saya tau dia nggak bermaksud benar-benar seperti itu, tapi tetep aja itu mengintimidasi, a lot).

Thank God, ALLAH has guided me to meet such wonderful friends and teachers. Tempat satu-satunya curhat saya itu cuma di lingkaran-lingkaran tercinta di SMANSA. Atau di beberapa sesi les BP bersama MS. Atau malah sama Ninis hehe. But it helps a lot. Makasih banyaaaak :D

Dan di saat-saat terakhir sebelum ke kedutaan, ada tante saya yang nge-bbm bahwa dia dulu ke US, visanya pakai jilbab full, tanpa telinga seinci pun. (and guess what? visanya dibikinin kantor, she didn't even need to go to the embassy at all, and she's not doing any interview at all!)

When I was out of the interview locket, with white card on my hand, I felt like all my efforts, all my worries were finally paid off.

So, once again, don't surrender. Coba dulu. If you never try, you'll never know.

Wednesday, January 02, 2013

Be a Better You

That time when you feel like everyone in that forum hates you and you just don't know what to do....

Well, pray. 

And try to make some changes about it. Don't be a person who regret too much. The past is the past. You might annoy them in the past. They might unfollow you, both in twitter and real life, but just think positively. Don't be a hater.

Love yourself. Love others. 

The best humankind is the one who doesn't hurt his siblings.
(hadeeth)

You shouldn't cry yourself to sleep, 'cause it's better to pray. Waaay better.

Oh, let's pray Isha for now! :)

Bezta


Wednesday, December 26, 2012

The Beauty of Nature



Hey, peeps, Assalamu'alaykum :) Well, I can't tell much about this one post. I just grab my camera (no no, basically my mom's camera hehe), took some pictures, then leave to the dentist~ and then making this post to you all.

Have you ever wondered why my blog's title change?

Yes. It's because I do want to add more Islamic values to my own blog, and I thought, the best way I could ever make that idea into reality is through photography and hadith/qur'an verses. With a little sense of fashion, of course. (maybe someday, I'll ask my fashionable partner to take pics together hahah)

Well, I'm not an expert. I'm just some random teenager that had older faces which makes people think I'm older than 16. Even many of them called me 'IBU' (read : ma'am) if I wander in malls or public places without my high school uniform.

Okay. Stop the random elaboration. So, today, since I want to be at least a little productive, I decided to have my-very-first-photoshoot-ever-in-2012. Woo hoo!





"Allah is beautiful, and He loves beauty."

Saturday, September 08, 2012

Kata Perpisahan


Kebanyakan orang hanya tahu sisi luarku, sebagai seorang anak IPA bernama Bewew, yang berjilbab, yang berkacamata, yang ikut rohis, yang gabut ekskul bahasa dan paskibra. Titik. Di sekolah, alhamdulillah aku punya banyak teman, namun rasanya, ya begitu-begitu saja. Aku sangat mensyukuri semua nikmat Allah yang telah Allah berikan kepadaku. Aku punya tempat berlindung di dunia yang baik, aku punya orangtua yang lengkap, aku punya keluarga yang penyayang, aku beragama Islam. Semuanya merupakan nikmat yang nggak akan terbayar dengan apa pun.
Namun tak pernah terbayang olehku bahwa diriku akan merasakan perasaan ini suatu hari. Perasaan dimana ingin dirangkul dan bukan hanya merangkul, ingin dipeluk dan bukan hanya memeluk, ingin disapa dan bukan hanya menyapa, ingin disenyumi dan bukan hanya tersenyum pada orang lain, ingin dicurhati dan bukan hanya mencurhatkan isi hati.
Namun, di saat yang sama, aku merasa bahwa cara pandangku salah. Aku melihat hal dari perspektif yang salah.
Hidup ini bukan hanya tentang siapa yang diperhatikan, namun juga tentang siapa yang mau mencoba memerhatikan. Hidup ini adalah tentang siapa yang berani berinisiatif. Hidup ini tentang siapa yang berani memulai.
 Aku mencoba bersabar. Aku sering merasa bahwa aku tak dibutuhkan di dunia ini. Bahwa aku bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa. Bahwa aku hanya merepotkan banyak orang. Bahwa aku tak memiliki kualitas yang super.
Tapi, ada kata bijak, “jangan pernah berpikir bahwa tak ada lagi kualitas dirimu yang tersisa, meskipun hal itu memang benar,”
Optimisme hidup harus selalu ada. Karena untuk itulah hidup ini ada. Optimislah dan janganlah bersedih.
Laa tahzan. Innallaha ma’ana. (Jangan bersedih. Sesungguhnya Allah bersama kita)
Ketika kamu bersedih karena ditinggal seorang yang dicintai, lihatlah Rasulullah SAW yang tetap istiqamah dan tidak lupa akan Allah meski ditinggal mati paman dan Istrinya tercinta. Ketika bersedih karena kehilangan harta, mintalah balasan yang lebih baik dan cobalah mengingat Aburrahman bin ‘Auf yang menyedekahkan seluruh hartanya di jalan Allah tanpa merasa rugi sedikitpun.
Ikhlas karena Allah, itulah kuncinya. Itulah kunci sukses dunia-akhirat. Solusi dari segala permasalahan dunia-akhirat.
Karena itu, Insya Allah mulai detik ini juga, aku akan mencoba seikhlas-ikhlasnya dalam menjalani hidup. Mencoba selalu merenungi tujuan penciptaan manusia. Mencoba selalu mengamalkan perintah Allah.
Aku akan mencoba untuk tidak bersedih karena hal-hal sepele. Karena tidak dapat nilai terbaik meski sudah berusaha maksimal. Karena terjadi miskomunikasi. Karena tidak punya waktu banyak untuk istirahat. Karena tidak dapat hal yang diekspektasikan. Karena merasa tidak berguna. Karena merasa tidak tahu rahasia-rahasia orang lain.
Aku akan bersedih, jika tak mengamalkan dan berpegang teguh pada hadist dan Qur’an. Jika tak menepati janji. Jika menjumpai penyimpangan-penyimpangan.
Aku percaya, bahwa Allah akan membuat segalanya indah pada waktunya.
Aku mau mencoba untuk selalu menjadi lebih baik dalam segala aspek. Bantulah usaha hamba-Mu ini ya Allah. Bantulah aku agar bisa lebih ikhlas, Hapuslah semua dosaku. Hindarkanlah aku dari azab kubur, dan dari azab neraka Jahannam, dan dari keburukan fitnah hidup dan mati, serta dari keburukan fitnah Dajjal. Amin.

“Bisa saja kamu menyukai sesuatu padahal hal itu tidak baik bagimu dan bisa saja kamu membenci sesuatu padahal hal tersebut baik bagimu. Allah maha mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.”

Entri ini akan menjadi entri terakhir dari blog ini. Terima kasih untuk segala tinjauan dan perhatiannya selama empat tahun ini. Ya, blog ini sebentar lagi berumur empat tahun. Empat tahun yang panjang. Dimulai dari entri berbahasa Indonesia, diselipi entri berbahasa Inggris dan bahasa 'campur-campur' serta berakhir di entri berbahasa Indonesia lagi.
Beribu kata telah tercurah di blog ini. Senang, sedih, prahara, tugas, cinta, pengalaman, semua ada disini. Namun banyak hal yang membuat saya nggak bisa meneruskan untuk membuat entri di blog ini. Jadi, saya akan berhenti menggunakan blog ini dan move on. 
There's a hell in 'hello' and there's a good in 'goodbye'. Jadi, jangan pernah takut untuk mengatakan 'selamat tinggal'. Kelak, Insya Allah, kita akan bertemu lagi. Di mana? Insya Allah, di Al-Firdaus. Amin.
Kelak kalau kalian menemukan tautan baru menuju blog baruku, jangan lupa singgah barang semenit ya :) 


Wassalam,

Bewew

Friday, July 20, 2012

Indonesian Egg Mee with Veggies and Meat

Assalamu'alaykum, friends. 

Yeah. This is the reason why I disappeared all this time. Well, not really. I'm not just cooking, I have attended my school again, and I also visited some places while I'm on my holiday, so I'm not able to update this blog hehehehe (see? I'm making excuses again.). Conclusion : I'm a busy person! (in ambiguous term hehe~)

SOOOO, I was getting into the right mood for cooking, and here's the result! (well, I wasn't cooking in its true meaning. Instead, I was just getting in Bibi's way while she was cooking. Haha sorry for all the troubles I had given you, Bibi!). Well, at first I was going to call this food as 'noodle' or something like that. But you see, actually, it's not wrong to use the native name of the food, like, everyone know what baklava is, right? So, I'm just going with the name 'mee' instead of 'noodle'. Anyway, the name 'noodle' is too mainstream for me. The name 'mee' is waaaay more special. Hehehe. Okay, let's begin! Bismillah...

INGREDIENTS
- 2 packages of egg mee (2 bungkus mie telor) --> I'm using the moon brands, or whatsoever it's called. I'm not really memorizing it lol.
- 3 cloves of garlic (3 siung bawang putih)
- 3 pieces of hazelnut (3 buah kemiri) *I KNOW HAZELNUT IS NOT THE RIGHT WORD FOR KEMIRI!! Y U NO WORKING, GOOGLE TRANSLATOR?* 
- 4 cloves of red onion (4 siung bawang merah)
- salt  (garam, secukupnya)
- sugar (gula, secukupnya)
- water (air, secukupnya)
- 1/4 tablespoon of pepper (1/4 sdm merica butir) 
- veggies (this time I'm using cesim --> I still dunno the english word for it. Well, tell me if you do!)
- Soy sauce (kecap, secukupnya)
- Curly chillies (?) , minced (cabe keriting secukupnya, cincang)
- Chicken meat, minced. (daging ayam secukupnya, cincang)
- Chilli sauce (saus sambal, secukupnya)
- Frying oil (minyak goreng, secukupnya)

P.S. : for the ingredients that is not mentioned in specific amount, like salt or sugar, that means, you can add those ingredients as many as you want. It's up to your desire.

EQUIPMENTS : pan, spatula, fork, ulekan/crusher (lol don't kill me bcs I really don't know the English word for it. Well, if you don't know or can't find the 'ulekan', you may use the blender to substitute it)

STEPS (warning! the photos aren't edited)
1. First of all, gather the garlic, kemiri, red onion, salt, and the pepper in the 'ulekan'  (you may substitute the 'ulekan' with blender). Crush it until all the ingredients become mixed and smooth.

2. Pour the frying oil on the pan, wait several minutes until it is heated, then put the mixed seasoning on the pan. Fry it until it's cooked. 

2nd step : fry the seasoning!


3. After the seasoning is cooked, add other ingredients, such as small cup of water, sugar, veggies, chillies, soy sauce, chicken meat, and chilli sauce into the seasoning. I recommend to add the veggies later on, so it will not become too mushy (read : lembek) while waiting the chicken meat to be fully-cooked.

3rd step : mix the seasoning with other ingredients


4. While waiting the seasoning to be fully cooked, start boiling the raw egg mee until it is half-cooked. Then, mix the half-cooked mee with soy sauce and sugar. You can mix 'em all in a big bowl.

4th step : boil and mix the egg mee with soy sauce and sugar

5. Still waiting for the seasoning to be fully recovered? Don't worry, let's fry the eggs first. You can choose whether you wanna make the scrambled eggs (telur dadar) or the 'telur mata sapi' one, but I prefer to have the scrambled one.

5th step : fry the egg!


6. After the seasoning is fully cooked, put the half-cooked mee and the scrambled eggs into the same pan with the seasoning. Mix them all at once.

6th step : Mix 'em all!

7. Voila! The egg mee is ready to be served! With this 'kira-kira tapi benar' recipe of mine, it will result like, two huge portions of this mee.

7th step : Took last pic. Snap. Grab the spoon and fork. And..... Selamat makaaaaan! 


Wassalamu'alaykum!


Bezta Mh.

Monday, June 25, 2012

Dekdok TAKBIR 2012

Anggota Sie Dekdok TAKBIR 2012 : Bewizta (koor), Sabrina Ceasy (askoor), Maulidinda, Reni Desma, Niken Rahmadini. 

Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh,

Dari hasil syuro dan diskusi seksi dekorasi dan dokumentasi saat rapat besar TAKBIR 2012, ada beberapa keputusan yang telah diambil, yakni :

1. Untuk dokumentasi
Saat TAKBIR 2012 berlangsung, semua anggota sie Dekdok TAKBIR 2012 menyebar ke lokasi penting acara (aula, mushola, panggung utama TAKBIR, ruang-ruang kelas) untuk mendokumentasikan acara. Semua anggota dekdok diharapkan membawa kamera digital masing-masing. Jika tidak punya, dapat meminjam ke teman-teman yang punya.

2. Untuk dekorasi 
Dekorasi TAKBIR 2012 terbagi di tiga lokasi penting acara, yakni :


a. Dekorasi di ruang-ruang kelas  (tempat pemberian materi per kelas)

ada 2 jenis dekorasi untuk di runga-ruang kelas, yakni :

- Dekorasinya hanya berupa kalimat 'ahlan wa sahlan' yang ditempel di pintu setiap ruang kelas yang dipakai untuk TAKBIR 2012.

- Ide baru : 1) di dalam kelas ditulis kulpantus yang berhubungan dengan bulan Ramadhan, 2) di pintu  kelas dipasang kalimat reminder ibadah seperti 'sudahkah kamu shalat dhuha?' dsb.


b. Dekorasi di panggung utama TAKBIR 2012
(panggung yang biasanya terletak di tengah lapangan dalam SMANSA, dimana pada TAKBIR tahun kemarin, pembicara seperti mu'alaf bule dan Iwan Setiawan tampil serta film diputar)

ada 2 jenis dekorasi untuk di panggung utama, yakni :

- Spanduk yang diprint, biasanya diprint bukan di kain biasa, tapi diprint di sejenis bahan spanduk khusus yang sepertinya anti air (untuk desain spanduk dan soal print-nya akan dikoordinasikan dengan sie. penggandaan)

- print-an logo TAKBIR yang ditempel di kardus, lalu digantung dengan sejenis benang wol. (ide baru ; sisi atas kardus ditempel logo TAKBIR, sisi yang bawahnya ditempel kalimat reminder untuk beribadah spt : 'sudahkah kamu tilawah hari ini?' dsb)



c. Dekorasi di aula (tempat pelaksanaan materi terpusat untuk akhwat)

ada 2 jenis dekorasi untuk di aula, yakni : 

- Spanduk handmade dari kain biasa (bahannya : kain untuk spanduk warna hitam, kain flanel warna-warni, lem yang kuat, tali yang kuat, hiasan-hiasan seperti bunga kering, dsb)

- print-an logo TAKBIR yang ditempel di kardus, lalu digantung dengan sejenis benang wol. (ide baru ; sisi atas kardus ditempel logo TAKBIR, sisi yang bawahnya ditempel kalimat reminder untuk beribadah spt : 'sudahkah kamu tilawah hari ini?' dsb)

[keterangan : dikarenakan tempat pelaksanaan materi terpusat untuk ikhwan adalah di mushola, maka dari itu dekorasi disana untuk sementara ditiadakan]


3. TAMBAHAN (ini baru sekedar ide)
ada saran dari alumni, bahwa untuk TAKBIR 2012 lebih baik jika dekorasinya ditekankan untuk berdakwah dan mengajak untuk beramal di bulan Ramadhan, bukan sekedar untuk menginformasikan ke warga SMANSA bahwa kita sedang ada event TAKBIR. Hal itu dapat kita lakukan misalnya dengan :

a. membuat kalimat reminder untuk beribadah seperti yang sudah disebutkan sebelumnya.

b. membuat sejenis countdown/hitungan hari di bulan Ramadhan (yang bermakna untuk menjalani Ramadhan dengan sebaik-baiknya)

c. membuat kalimat reminder atau motivasi untuk beribadah versi jumbo untuk ditaruh di balkon lantai 2 atau lantai 3 (seperti slogan SMANSA Day 'berawal dari mimpi wujudkan dengan pasti' yang digantung di lantai 2 dan lantai )


[jika semua setuju kita akan buat sejenis reminder / motivasi ibadah, ada yang punya ide mengenai kata-kata dan temanya? kalau menurut Bewew reminder dan motivasinya kira-kira temanya untuk mengingatkan ibadah seperti : dhuha, tilawah, infaq, tarawih, dzikir, shalat sunnah (qabliyah & ba'diyah), zakat fitrah, shalat 5 waktu, berhijab, dll]

Sekian, mohon konfirmasi secepatnya dengan komentar di blog, via fb/twitter atau sms ke 087870208589 mengenai hari apa dan jam berapa bisa online di facebook untuk syuro online (kalau bisa kita paling tidak harus syuro sekali sebelum tanggal 28 Juni) Dan jika sempat dan mau, kita juga bisa syuro seperti biasa di sekolah, asal pada bisa hadir. 

Ide dan kontribusi kalian sangat penting demi kelancaran TAKBIR 2012. Jika ada yang membingungkan jangan sungkan bertanya ya, dan jika Bewew ada salah mohon dibenarkan. Feel free to convey your ideas and let's work together in this team! :)

Jazakumullah,

Bewizta.

Thursday, June 21, 2012

Challenge Your Limits

Mungkin kata-kata ini nggak akan terlalu ngaruh jika diucapkan Bewew. Tapi Bewew mau pede. Who cares anyway?

Ini persembahan buat semua yang lagi galau. Juni memang bulan galau, babe. Galau menunggu hasil SNMPTN tertulis, galau menunggu hasil pendaftaran ke SD, SMP maupun SMA, galau mau liburan kemana, galau nyari kosan, galau menunggu pembagian rapot, galau menunggu hasil UKK...

dan.........

Galau.... karena June is summer, dan summer biasanya holds some happy memories with someone important, but that person has became a stranger now. 

Okay I don't have the rights to say that kind of words just because I had those intoxicating moments at June with someone that I used to know. Oh, I forgot that I'm supposed to be cool to face those memories. Why do I have to be cool about it? It's obvious! Karena Bewew partner in crime-nya Hazrin yang fashionable :p #yeh 

What I wanna say, is that we have to be strong! Not only at the outside, but in the inside also. Kegagalan itu  bukan momen dimana hasil nggak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Kegagalan or failure starts when you quit trying. Ingatkah perjuangan Edison dalam menciptakan bohlam (atau listrik? aaaah I hasn't updated my general knowledge yet!) ? Dan dia pun bilang, biasanya orang-orang gagal just because berhenti mencoba ketika mereka mulai dekat dengan kesuksesan. Tahu Abraham Lincoln, presiden keempat (empat dipangkat dua maksudnya :p) Amerika? Dia delapan kali mencalonkan diri sebelum akhirnya berhasil menjadi presiden Amerika yang berdedikasi untuk pembebasan perbudakan dan tindakan sosial lainnya. 

We all should remember that, tanpa ketidakberhasilan-ketidakberhasilan itu, orang-orang itu nggak akan sehebat diri mereka sekarang.

Yakinlah, bahwa, you are what you think, dan even kamu bermimpi untuk membangun universitas di Kutub Utara, kamu pasti bisa mewujudkannya! asal dilandasi dengan passion, determintation, action, motivation (ini jadi kayak iklan vitamin water-nya Manny Pacquaiao ya? :p) dan doa yang kuat.

Kalau banyak jalan menuju Roma, kamu harus percaya bahwa jalan menuju UI, ITB, MIT, Al-Azhar, Oxford dan universitas lain di seluruh dunia itu juga banyak. Asal jangan milih jalan tikus aja.

Ingatlah, bahwa 'imposibble' does not exist when you believe it doesn't. Ingatlah, bahwa Allah mencintai penuntut ilmu. Allah selalu bersama orang-orang yang benar. Mungkin kadang kita merasa bahwa hidup nggak adil bagi orang yang tabah, yang lurus. Tapi, di sisi lain, anggaplah itu adalah salah satu pertanda bahwa Allah masih mau mengingat kita, dengan menguji seberapa 'tahan banting'nya kita.

Salah satu indikator orang sukses di muka bumi ini adalah ; tindak lanjut yang mereka lakukan setelah mengalami kejatuhan. Orang sukses bukan orang yang terhindar dari masalah. Orang sukses, adalah orang yang tahu bagaimana menghadapi masalah, dan tahu bagaimana turn wrecks into golds.

Nilai memang penting, tapi jangan sampai kejujuran tergadaikan demi angka-angka itu. Yang lebih penting dari nilai, adalah kemauan untuk maju. Kemauan untuk give the best out of you. Dunia yang sebenarnya, yang riil, nggak cuma butuh deretan angka sempurna di rapor. Nggak percaya? Lihat Bill Gates. Ketika Gates sekolah, nilainya nggak sebesar salah seorang temannya. Namun, sekarang, Gates adalah pemilik microsoft sementara temannya itu hanyalah seorang manajer di microsoft.

Satu lagi kutipan dari tetralogi Andrea Hirata yang nggak akan Bewew bosan ucapkan ; Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu!

Lastly, don't limit your challenges. CHALLENGE YOUR LIMITS!



Wassalamua'laikum <3

Bewew

Teriakan Berhawa Liburan

Tidur pukul dua puluh!  Bangun pukul empat!
DMP!
Besok bagi rapot!
Makan enak tanpa terburu-buru!
Belanja buku murah! 5000 per biji!
Hunting bros lucu!
Hunting foto!
Upload foto!
Beres-beres buku cetak kelas sepuluh!
Download buku sekolah elektronik (BSE)!
Wedar!
Mentoring Plus! Cooking time at Rumah Teh Nisoph!
Belajar photoshop (again) !
Tinggalkan seragam for a while!
Posting blog pribadi!
Posting blog MEKAH!
Mandi telat!
Mantengin laptop minimal 5 jam--setiap hari!
Ke sekolah di atas pukul tujuh!
Kebiasaan baru : ngemil cokelat tiap hari!
More physical and brain exercises!
Ketularan isengnya anak X-5 : nge-zoom and had hard laughters akibat kocaknya foto-foto MOPDB!
Bikin karangan!
Menghafal sampai An-Naba! 0.o
Belajar untuk Make-Up Test LIA!
Nyicil antologi rasa-nya Alya dalam waktu dua hari!
Syuro SALAM! Syuro TAKBIR! Rakor eASY!
Finish reading Ketika Mas Gagah Pergi!
Learning songs through youtube tutorials!
Read Bulughul Maram and the other references!
Tentukan target! Evaluasi kesalahan!
(Mencoba) belajar Arabic!
(Mencoba) belajar Deutsch!
Singapura!
Yogyakarta!
Yay! Everyday I’m shufflin’!
MAAAAIIIIIIN!